Oleh: explorerajaampat | 8 November 2010

Hidden Bay

Lepas menyusuri gugusan pulau di Teluk Kabui, dengan masih dipenuhi rasa takjub dan kagum akan keindahan alam Raja Ampat, sang kapten kapal berseru, “Sekarang kita akan menuju sebuah tempat tersembunyi yang hanya dapat dikunjungi saat air pasang. Bila air surut, tempat itu akan terhalang oleh pasir dan boat tidak akan bisa masuk. Itu mengapa orang menamainya hidden bay!”

Tidak lama kemudian, speedboat kami mengarah ke sebuah pulau yang tampak biasa-biasa saja. Namun semakin dekat, semakin jelas terlihat adanya jalur air yang tak seberapa lebarnya. Kapten speedboat kami memelankan mesin dan meminta crew-nya agar memperhatikan dasar laut supaya speedboat tidak karam di pasir. Perlahan kami memasuki celah hidden bay. Berdebar jantung kami meluncur di celah air sempit yang diapit hutan bakau.

“Lihat!” teriak salah satu dari kami sambil menuding-nuding ke air di kanan kiri speedboat. Kumpulan terumbu karang tampak jelas sekali di sekitar kami. Beberapa terumbu karang dengan beragam corak dan warna berlatarkan pasir putih bertemu dengan rentetan hutan bakau. Sungguh pemandangan yang memukau. Semua melongok ke kanan dan kiri kapal, sambil saling berteriak ingin menunjukkan bahwa karang atau ikan yang dilihatnya lebih bagus dan lebih aneh.

Pohon Bakau dan Terumbu Karang

Setelah meluncur beberapa ratus meter di antara kepungan pohon bakau, Kapten menghentikan kapal dan mengikatkannya di salah satu akar pohon bakau. “Kita berhenti dulu disini. Silahkan masuk dan nikmati air hidden bay!” Kata-kata itulah yang ditunggu rombongan kami sedari tadi. Kami berhenti di dekat sebuah persimpangan jalur air. Semua mulai melucuti pakaian dan mengeluarkan perlengkapan snorkeling masing-masing. Ada juga yang langsung meloncat ke dalam air tanpa ba-bi-bu.

Snorkeling di antara pohon bakau

Semua orang masuk ke dalam air. Seorang pria berkecipak-kecipuk di sela-sela pohon bakau mengamati ikan dan karang. Satu ibu berpelampung memegang tali yang terjulur dari belakang perahu supaya tidak hanyut terbawa arus yang kadang merayu kita untuk berenang lebih jauh. Dua laki-laki sedang berlomba berenang ke arah tangga speedboat karena ingin pamer keahlian mereka melompat ke air. Manusia-manusia lainnya mengapung menatap langit dengan bantuan pelampung mereka, mata terpejam dan senyum tersungging. Damai di Hidden Bay.

Sunyi di Teluk Tersembunyi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: