Oleh: explorerajaampat | 7 November 2010

Teluk Kabui

Kali pertama ke Raja Ampat, Kami memasuki daerah Waisai. Waisai yang terletak di pulau Waigeo adalah Ibukota Kabupaten Raja Ampat. Agak kecewa, karena ternyata tidak seperti yang dibayangkan dan diceritakan oleh banyak blog di internet. Kami pikir setelah melakukan perjalanan lebih dari 2 jam dari Sorong akan menemukan Raja Ampat yang sesungguhnya di Waisai. Ternyata yang kami temukan hanyalah sebuah daerah yang pembangunannya masih setengah-setengah, pantai yang seadanya dan air laut yang tidak jernih. Ah…mana Raja Ampat seperti yang diceritakan?

Hari pertama berlalu dan kami menginap di cottage tepi pantai Waisai. Tidak ada yang istimewa. malah kalau dibandingkan Bali atau Manado, masih kalah jauh, pikir kami dalam hati menghabiskan malam kami di Waisai sambil meminum Saraba di tepi pantai. Kami bersiap-siap untuk petualangan esok hari. Tapi kami tidak mau menaruh harapan terlalu tinggi, takut kecewa dengan apa yang akan kami temukan esok hari.

Pagi-pagi kami sudah siap dengan semangat empat lima. Karena kami bukanlah rombongan diving, kami tidak membawa peralatan yang terlalu banyak. kami hanya berharap bisa menemukan keindahan alam Raja Ampat walau tanpa diving.

Belum lima belas menit boat yang kami sewa meninggalkan Waisai, napas kami seakan terhenti melihat pemandangan menakjubkan di sekitar kami. Laut biru yang sangat biru dan jernih membentang di depan mata. Anak-anak Papua ada yang berenang-renang dan ada pula yang memancing ikan sambil melambaikan tangan pada rombongan kami. Indahnya luar biasa!

Memancing

Ketika kami mulai memasuki Teluk Kabui, kami disambut oleh gapura bukit-bukit kecil dari kapur. Kami berteriak kecil melihat pulau-pulau yang kecil bertaburan dengan berbagai bentuk di sekitar kami. Bagaikan anak-anak catur yang diletakkan pada papan biru nan luas. “Selamat datang di Teluk Kabui!” Begitulah kira-kira semua pohon dan pulau berkata menyambut kami. Keindahan yang belum pernah kami lihat seumur hidup kami. Sesuai agama kami masing-masing, kami menggumam dalam hati, “Sungguh Tuhan Maha Besar, Maha Pencipta!”

Pulau kapur

Teluk Kabui tidak hanya menyimpan gugusan pulau kapur yang indah, tetapi juga menyimpan misteri bersama dengan beberapa tulang tengkorak yang diletakkan di gua-gua pinggir pulau. Selain itu juga terdapat beberapa gua yang terisi bila ada air pasang, dan cenderung kosong bila air surut. dari kejauhan kami memandang gua-gua yang penuh stalagmit dan stalagtit.

Gua Teluk Kabui


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: